Selamat mengikuti diklat pengembangan media pembelajaran berbasis ICT
Selamat datang peserta Diklat Pengembangan Pembelajaran Media ICT di P4TK Medan Bidang Bangunan dan Listrik Tanggal 3 Oktober 2011 sampai dengan 3 November 2011

Laman

Rabu, 19 Oktober 2011

lomba karya tulis Humas Pemko Binjai


PARADIGMA PEMBANGUNAN KOTA BINJAI
YANG DINAMIS MENUJU KOTA IDAMAN
Oleh : Milyh Effendy,S.Pd

I.          Pendahuluan
A.        Latar Belakang
             Kota Binjai sebagai icon kota rambutan telah memasuki babak baru setelah pesta demokrasi pemilihan kepala daerah kota Binjai pada bulan Mei 2010 yang lalu dan telah terpilih pemimpin kota Binjai  pilihan rakyat pasangan H.M.Idaham,SH,MSi dan Timbas Tarigan,AMd  sebagai walikota dan wakil walikota  Binjai Periode 2010-2015 yang dilantik oleh Gubernur Sumatera Utara H. Syamsul Arifin,SE pada tanggal 13 Agustus 2010.
         Program kerja 100 hari  dalam mewujudkan berbagai perubahan sudah mulai membahana sesuai visi dan misi  yang harus dilaksanakan dalam mewujudkan kota Binjai kota idaman. Dengan niat ketulusan dan semangat kerja keras walikota dan wakil walikota dalam mempercepat pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat tentunya walikota Binjai punya skala perioritas seperti sektor ekonomi, Kesehatan dan pendidikan tanpa mengurangi pentingnya pembangunan bidang sosial, politik, budaya,hukum,dan pemerintahan termasuk reformasi birokrasi.
         Konsep pemikiran  Paradigma pembangunan kota Binjai yang dinamis dengan melibatkan secara langsung melibatkan pemberdayaan masyarakat dengan tujuan membangun bersama untuk perubahan disegala sektor. sebagai konsep yang konprehensif pemberdayaan berarti manusia bebas menentukan pilihan-pilihannya sendiri dalam mengisi pembangunan. Disatu sisi perwujudan perubahan pada masa kepemimpinan terdahulu sudah maksimall namun masih harus diperlukan perubahan  secara berkelanjutan karena dianggap masih banyak kelemahan sesuai keadaan yang sesungguhnya saat ini .
B.         Pengertian
Paradigma Pembangunan Kota Binjai Yang Dinamis menuju kota Idaman
         Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pengertian Pardigma adalah” kerangka berpikir “ sedangkan dinamis “ Penuh semangat dan tenaga sehingga cepat bergerak dan  mudah menyesuaikan dengan keadaan” . Mendinamiskan “ Pemerintah berusaha dengan segenap rakyat untuk mempercepat pembangunan” . Idaman “ sesuatu yang didambakan dan diharapkan”.
         Jadi dapat kita simpulkan bahwa paradigma Pembangunan kota Binjai yang dinamis menuju kota idaman adalah “ kerangka berpikir dalam menata pembangunan dengan penuh semangat dan tenaga untuk bergerak cepat dan menyesuaikan dengan keadaan yang menjadi dambaan rakyat. Makna keadaan dalam arti luas pemerintah dengan segenap rakyat dalam mempercepat pembangunan harus disesuaikan dengan kapasitasnya baik anggaran dan tujuan perioritas utama yang direncanakan. Hal tersebut dapat  mewujudkan visi dan misi program pemerintah kota Binjai  selama lima tahun kedepan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan jangka Menengah (RPJM)
C.         Dasar Pemikiran
         Sebagai dasar pemikiran Paradigma Pembagunan Yang dinamis bagaimana walikota dan wakil walikota dapat saling berjabat tangan untuk dapat mengimplementasikan berbagai program kerja sesuai perencanaan (planning) yang matang dan transparansi dalam semua kebijakan dan keputusan untuk dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
         GR.Terry  menyatakan “ Perencanaan adalah upaya untuk memilih dan menghubungkan fakta dan membuat serta menggunakan asumsi-asumsi mengenai masa yang akan datang dengan menggambarkan dan merumuskan kegiatan –kegiatan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan.”
         Sementara Ginanjar Kartasasmita (1997)  menyebutkan “ Pada dasarnya perencanaan sebagai fungsi manajemen adalah proses pengambilan keputusan dan sejumlah pilihan, untuk mencapai tujuan yang dikehendaki” 
Dari hal tersebut dapat kita ambil maknanya sebagai paradigma atau kerangka berpikir oleh pemerintah kota Binjai sebelum melakukan suatu kebijakan dan keputusan sebaiknya harus direncanakan dan dipertimbangkan seiring terus berjalannya waktu,dengan planning yang menjadi perioritas utama seperti ekonomi , kesehatan dan pendidikan dapat segera terwujud sesuai kebutuhan dasar dalam perubahan pembagunan  yang langsung menyentuh kepentingan rakyat.
II.        Sasaran Program Pembangunan Perioritas Utama
                   Sasaran dan kerangka berpikir dalam mewujudkan pembangunan kota Binjai yang dinamis menuju kota idaman dengan perencanaan dan metode skala peroiritas yang tertuang dalam  visi dan misi yang seimbang dengan keadaan saat ini , untuk melakukan perubahan dan pembenahan dari berbagai sektor bidang secara perioritas yakni sektor ekonomi, kesehatan dan pendidikan seiring dengan kepentingan pembangunan bidang sosial, politik , budaya, hukum, dan pemerintahan termasuk reformasi birokrasi secara berkelanjutan.
1.         Sektor Ekonomi
      Kita ketahui , proses pembangunan ekonomi suatu wilayah selalu bertujuan mengejar sasaran untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi peningkatan pendapatan ril perkapita yang dapat dinikmati masyarakat secara merata. Hal ini akan terpenuhi apabila terjadi asumsi dasar, yakni :
a.    Semua faktor produksi dan pelaku ekonomi ikut serta dalam kegiatan ekonomi
b.    Semua pelaku ekonomi memiliki faktor produksi dan mampu menghasilkan yang sama
c.     Interaksi antara pelaku ekonomi dalam kegiatan ekonomi terjadi dalam keseimbangan pasar .
Bilamana asumsi ini tidak terpenuhi maka proses pembangunan ekonomi hanya akan melibatkan sebagian dari pelaku ekonomi dan peningkatan pendapatan sebagai hasil dari proses pembangunan tersebut hanya akan dinikmati oleh sebagian penduduk, akhirnya keadaan tersebut sebagai masalah dalam sektor ekonomi seperti yang dialami saat ini, artinya belum adanya rasa kesimbangan antara pelaku ekonomi, produksi dan hasil proses di pasaran. Masalah lain yang timbul dalam proses pembangunan ekonomi antara lain banyaknya sasaran yang tidak tercapai dan beberapa tujuan pembangunan yang menyangkut masalah penghapusan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja dan pemerataan baik antar golongan maupun daerah ternyata tidak sejalan dengan laju pertumbuhan . oleh karena itu perlunya perumusan arah kebijakan pembangunan hingga pada pencarian dan perencanaan (Planning), penyempurnaan model- model yang sudah ada termasuk mekanisme dari pelaku pembangunan.
      Dalam konteks pelaksanaan pembangunan daerah kota Binjai pada dasarnya selain mengupayakan agar perekonomian daerah ini terus berkembang, meningkatkan pelayanan publik, juga menciptakan kesejahteraan rakyat terutama menyangkut masalah kebutuhan pokok , pelayanan sosial,dan kualitas hidup yang baik . Dalam prespektif ini pembangunan disektor ekonomi dikota Binjai merupakan perioritas utama seiring peningkatan kualitas SDM yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi(IPTEK). 
2.         Sektor  Kesehatan              
      Tingkat pelayanan kesehatan dikota Binjai secara fisik sudah sangat memadai dan semakin menunjukkan peningkatan yang signifikan hal itu dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Binjai , Langkat dan Deliserdang siring pertumbuhan rumah sakit baik milik pemerintah , BUMN, dan Swasta yang berdiri bagaikan jamur dimusim hujan, seperti RS. Dr.Djoelham, RS. Bangkatan, RS. Artha Medica,RS. Bidadari,RS Latersia yang memiliki peralatan medis yang memadai .Diseluruh kecamatan ada fasilitas kesehatan, puskesmas, klinik , praktek kebidanan dan sekolah keperawatan dan kebidanan. Namun diharpakan pemerintah kota Binjai terus melakukan pembenahan kualitas SDM para medis dalam peningkatan pelayanan kesehatan yang terstandart. Terutama dalam pelayanan dasar, penyakit menular,peningkatan gizi, revitalisasi pos yandu,pelayanan terhadap lansia, terutama pelayanan kepada masyarakat yang kurang mampu.
      Menurut Young sebagaimana dikutip Suyanto (1998) keputusan seseorang untuk mencari pengobatan ditentukan oleh empat hal , yaitu ;
1.    Daya tarik, yakni tingkat keparahan yang dirasakan oleh seseorang terhadap suata penyakit.
2.    Pengetahuan tentang cara penyembuhan yang popular
3.    Tingkat kepercayaan terhadap keberhasilan dari berbagai pilihan pengobatan
4.    Kemudahandalam biaya dan tersedianya fasilitas pelayanan kesehatan yang terstandart
Dari keempat unsur itu dapat diterpkan sebagai dasar pemikiran dan masukan bagi pemerintah dengan mengembangkan fasilitas kesehatan sampai ditingkat kecamatan dan pelosok desa yaitu dengan menambah jumlah puskemas pembantu dengan tenaga medis 24 jam , puskesmas keliling, bila penduduk tidak mampu membayar pelayanan kesehatan maka pemerintah turut bertanggungjawab dan harus membantunya dengan program –program kesehatan tanpa ada pilih kasih
      Disamping itu juga pemerintah berkewajiban dan bertanggungjawab terhadap seluruh masyarakat kota  Binjai dalam hal memperoleh hak kesehatan dan mampu berkoordiansi terhadap seluruh perusahaan, pengusaha, untuk memberikan Jaminan kesehatan Melalui Jamsostek maupun Askes serta penanagan secara prepentif terhadap penyakit menular sehingga masyarakat kota Binjai dapat menikmati hidup sehat yang layak.
3.         Sektor Pendidikan    
        Suatu bangsa yang terdiri dari wilayah pemerintahan daerah termasuk kota Binjai tidak akan besar jika sekedar mengandalkan Pembangunan fisik belaka, karena itu pemerintah kota Binjai turut bertanggung jawab dalam membangun sumber Daya Manusia (SDM) secara arif dan bijaksana, membangun SDM adalah kunci keberhasilan pembangunan dinegeri inii dan medianya adalah pendidikan.
        Sektor pendidikan adalah menjadi tanggungjawab seluruh bangsa dan walikota Binjai dan wakil walikota Binjai Komitmen  dengan permasalahan pendidikan   saat ini dan akan melakukan yang terbaik untuk dimasa datang sasaranya adalah kualitas SDM untuk mengisi pembangunan dikota Binjai.
        Kita perlu melakukan pergeseran paradigma pembagunan kearah yang berorientasi dan focus kepada pengembangan SDM. Strategi pembangunan yang baik adalah menempatkan kebijakan pada pembangunan berkelanjutan (Sustainable development)dengan SDM yang handal, sementara itu strategi dan perioritas pemerintah kota Binjai untuk meningkatkan pendidikan diwilayah ini mendapat konstribusi dan merespon keadaan dan kebutuhan berdasarkan Undang-undang No.20 tahun 2003 tentang pendidikan Nasional (sisdiknas) dan Undang – Undang Republik Indonesia No,14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen serta  Peraturan pemerintah No 19 Tahun 2005 tentang Standart Pendidikan Nasional (SNP).
        Untuk mewujudkan perubahan kualiotas dalam meningkatkan SDM , IPTEK, dan keterampilan mungkin hal ini dapat dijadikan wacana renstra pengembangan pendidikan dikota Binjai  sebagai program unggulan :
1.    Terselenggaranya manajemen pendidikan dasar dan pra sekolah berbasis   pada sekolah dan masyarakat
2.    menjalin kerjasama dengan stickholder dan lembaga- pendidikan Termasuk LPMP dan P4TK untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik
3.    Pemberian beasiswa (scholarship_terhadap siswa berprestasi dan orang tuanya tidak punya kemampuan ekonomi
4.    Meningkat kualitas pendidikan mulai dari TK/SD/SMP/SMA/SMK/MA sebagai landasan bagi peserta didik untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi.
5.    Meningkatkan partisipasi pendidikan usia dini (PAUD)
6. menurunya buta aksara dan memberi pelatiahan memiliki kecakapan sebagai bekal hidup (life Skill)
7.    Meningkatkan kualitas pemuda melalui peningkatan  partisipasi pemuda berbagai bidang pembangunan, serta kemandirian , mengembangkan sikap ketauladanan,aklak mulia,dan displin dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
8.    Meningkatkan pembibitan, pembinaan olah raga yang dimulai sejak usia dini untuk mencapau prestasi yang optimal termasuk oah raga tradisional.
9.    Mendukung semua pelaku pendidikan secara adil dan bijaksana dengan prinsip satu mendidik anak bangsa.dan membudayakan kesetaraan gender terhadap kesejahteraan guru negeri/ swasta
10.  Memberikan pendidikan seluas-luasnya terhadap siswa yang putus sekolah /droup out karena faktor kemiskinan untuk membentuk manusia wirausaha secara mandiri
Pemerintah kota Binjai dapat melakukan perubahan dengan membuka kesempatan belajar seluas- luasnya bagi masyarakat kota Binjai dengan adil dan merata mencakup fasilitas sarana dan prasarana sebagai tempat untuk belajar, jumlah dan kualitas tenaga pendidik, serta factor-faktor penunjang lainnya .
4.       Pendidikan  Politik
        Memberikan pembelajaran politik juga perlu dilakukan sejak mengenyam pendidikan, telah umum diketahui sistem politik yang dianut oleh suatu negara, salah satu tujuannya  adalah untuk mensejahterakan rakyatnya yang adil dan makmur. Peranan generasi muda saat ini sangat doniman dalam kanca politik dalam memperjuangkan  adanya perubahan dimasa depan perlu kita hargai demi terwujudnya perubahan tata pemerintahan dan politik yang memiliki model dan desain yang sesuai dengan tuntutan dan keinginan rakyat dalam konteks kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Kesejahteraan yang tidak dibatasi pada kesejahteraan fisik yang terwujud pada sektor ekonomi. Bahkan keinginan perubahan bangsa Indonesia agar martabat dan kedudukan rakyat dapat dijunjung tinggi karena kita juga mengetahui dasar lahirnya pemimpin adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat melalui pendidikan politik secara langsung.bukan sebaliknya mengambil kepentingan dan keuntungan pribadi atau golongan diatas penderitaan rakyat.kalau generasi muda telah memiliki skill dan pengetahuan yang luas pasti dengan otomatis kualitas sumber daya manusia juga akan lebih baik
5.    Pendekatan Hukum 
                Salah satu indikator kehidupan masayarakat adalah penanaman kualitas generasi muda akan pentingnya kesadaran Hukum, dan keseimbangan antara kewajiban dan hak masing – masing dalam menjunjung tinggi dasar dan palsafah Hukum  di Indonesia . Kualitas sumber daya manusia perlu ditanamkan pada generasi muda untuk mematuhi hukum – hukum yang berlaku. Dengan mematuhi hukum termasuk peraturan yang berlaku maka kemungkinan pelanggaran – pelanggaran jarang terjadi karena adanya kesadaran masyarakat dan generasi muda maka kualitas SDM dengan sendirinya akan meningkat . Disisi lain peranan generasi muda sangat dibutuhkan untuk pemimpin-pemimpin masa depan yang bersih dan berwibawa dalam arti luas calon pemimpin –pemimpin bangsa yang bersih dari jeratan hukum baik itu kriminal, Ijazah palsu, Narkoba, dan jauh dari KKN serta harus memiliki intregritas dan dedi kasih, beriman dan bertaqwa kepdada Tuhan Yang Maha Esa serta memiliki wawasan dan kualitas sumber daya manusia yang layak uji
5.       Pendekatan Sosiokultural  / Budaya            
        Nilai budaya sangat menentukan baik atau tidaknya dan benar atau salah dalam peningkatan SDM , nilai sosiokultural  merupakan faktor yang sangat penting untuk dipertimbangkan. Jika seseorang terbukti berbuat hal- hal yang bertentangan dengan adat istiadat budaya suatu bangsa harus benar dijaga kebersamaannya sehingga persatuan berbagai daerah dan bangsa Indonesia demi terwujudnya Bhineka Tunggal Ika.
III.            Penutup
        Dengan bercermin ada kondisi geografis,demografi,luas wilayah,kekayaan alam dan kemampuan SDM, serta kondisi sosial budaya masyarakat , merupakan modal dasar dalam kerangka membangun kota Binjai . peran dan fleksibilitas pemerintah dalam membangun dan memberdayakan masyarakat daerah kian terbuka lebar dalam menata hubungan soaial, ekonomi, perdagangan ,budaya, politik dan birokrasi pemerintahan yang baik (good Govermance).
        Dalamkontekspemerintahan yang baik ini, maka sasaran penyelenggaraan pemerintah kota Binjai 2010-2015 adalah terciptanya tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa ,professional,transparansi,dan bertanggungjawab,yang di3wujudkan dengan social pelaku birokrasi daerah (SKPD)kota Binjai yang efektif,efisien dan dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat menuju kota Binjai yang menjadi idaman dan dambaan masyarakat Binjai.
        Semoga karya tulis ini dapat memberikan informasi dan masukan yang jelas dengan seluas-luasnya kepada pemerintah kota Binjaidalam melaksanakan amanah rakyat dengan niat dan cita-cita yang luhur sehingga tujuan pemerintah dalam melakukan perubahan mampu memberikan dampak dan konstribusi kota Binjai menjadi kota Binjai kota Idaman, berdaya saing dan nyaman dalam kebersamaan.    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar