Selamat mengikuti diklat pengembangan media pembelajaran berbasis ICT
Selamat datang peserta Diklat Pengembangan Pembelajaran Media ICT di P4TK Medan Bidang Bangunan dan Listrik Tanggal 3 Oktober 2011 sampai dengan 3 November 2011

Laman

Senin, 12 Desember 2011

Lomba Karya Tulis Wartawan Pemko Binjai 2011



MEWUJUDKAN  KOTA  BINJAI  SEBAGAI  KOTA RAMBUTAN SEUTUHNYA BERBASIS KONSEP  GO GREEN
MELALUI GERAKAN TANAMAN UNGGULAN  KOTA BINJAI

OLEH : MILYH EFFENDY,S.Pd
WARTAWAN/ PENJAB S.K LWI POS

PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Binjai merupakan kota lintasan antar propinsi dan menjadi jalan yang strategis antara Banda Aceh, Langkat, Deli Serdang, Kota ini terletak di bagian utara Provinsi Sumatera atau 22 kilometer di sebelah barat Kota Medan. Kota ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Langkat di sebelah barat dan utara, serta Kabupaten Deli Serdang di sebelah timur dan selatan. Wali Kota Binjai H.M.Idaham.S.H.M.Si dan wakil walikota Timbas Tarigan ,A.Md  terus melakukan perubahan dalam upaya pembangunan diberbagai sektor dan pembangunan konsep Green mewujudkan kota Binjai sebagai kota Idaman dengan konsep green Ruang Terbuka Hijau (RTH) ,dengan berbagai program kepedulian lingkungan ,dan tata ruang kota  yang  dilengkapi lampu taman yang berdiri kokoh siap menyinari gelapnya kota menuju Binjai go Green yang Asri,Nyaman,Indah,dan berpanorama.
 

Kota Binjai merupakan kota transit untuk para  turis lokal dan mancanegara  saat melakukan kunjungan ke kota Binjai maupun  wisata ke Bukit lawang ,banyak orang  mengerti bahwa kota Binjai adalah terkenal dengan rambutan dan dijuluki Binjai kota Rambutan , dengan melakukan pandangan jauh kedepan disepanjang sudut kota tetapi apa yang kita bayangkan bahwa banyak pohon rambutan di kota Binjai hampir tidak ditemukan ,bahkan kita hanya melihat berupa  bangunan fisik lainnya yang berdiri megah diperkotaan dan padatnya lalu lintas  kenderaan dengan timbal CO2 yang menyengat,disamping itu juga  suhu udara dan panas semakin menyengat tubuh terus mengalir keringat yang tak ada batas, gersangnya kota Binjai membuat panas cukup menyengat mulai dari pintu masuk gapura kota Rambutan tidak ada pohon yang mampu menjadi pelindung dan pendingin menahan hawa panas kalaupun ada hanya tanaman bunga berjajar ditengah trotoar pembatas jalan tanpa ada arti . “Aduh …Binjai sekarang kota panas lae….. ?” Kata salah satu temanku…dan timpali salah satu temanku lagi…”jangankan Binjai Lae,. P.Siantar, Parapat , Berastagi  daerah yang suhu udaranya dikenal dingin sudah terasa panasnya  ?”Ini bukan panas normaI kawan ! perlu di cari tahu lebih jelas  !!!
Kalau kita melintas dijalan Binjai Stabat disepanjang jalan T.Amir Hamzah kita melihat rindangnya pohon mahoni dan pohon –pohon lainnya , Lapangan Merdeka sebagai Jantung dan paru-paru kota  juga hanya ada beberapa pohon yang masih berdiri kokoh puluhan tahun belum ada peremajaan yang dapat dijadikan andalan (icon) kota Binjai ,dijalan Samanhudi juga terlihat sejuk dihiasi bentangan pohon Rindang .Jl.Jamin Ginting Binjai Selatan juga pohon besar yang menyejukkan pengguna jalan . Namun apakah hal itu sudah cukup untuk melakukan perubahan menuju Binjai Green ?  Apakah memikirkan Upaya pengembangan dan peningkatan penghijauan dengan konsep go green dengan gerakan mari menanam pohon unggulan kota Binjai  mulai dari sekarang ? mungkinkah penghijauan pohon unggulan kota Binjai nantinya dapat menghasilkan dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat kota Binjai , bak kata lantuntan lagu Hijau Daun  “ Mau dibawah kemana” Kota Binjai  kedepan.
Pemerintah Kota Binjai saat ini harus memikirkan warisan leluhur kota Binjai sehingga sampai saat ini masih dijuluki kota Rambutan manfaatkan seluruh potensi sumber daya alam yang ada dan mari duduk bersama masyarakat untuk mencapai tujuan Binjai Green dengan membuat gerakan mari menanam pohon unggulan kota Binjai Yaitu Pohon Rambutan.yang sudah mulai langkah ditelan zaman dan perubahan Lingkungan.iklim dan Teknologi. Dengan penghijauan pohon unggulan kota Binjai natinya selain dapat menjadi Binjai Green tetapi juga dapat meningkatkan ekonomi rakyat dalam bidang tanaman unggulan yaitu rambutan dan ini juga secara otomatis dapat meningkatkan incame perkapita  kota Binjai .
B.    Pembatasan Masalah
          Dari permasalahan yang dikemukakan pada latar belakang masalah yang ditimbulkan penulis merasa perlu membatasi permasalahan sesuai  dengan Tema pada karya tulis  Mewujudkan Kota Binjai Sebagai Kota Kota Rambutan Seutuhnya Berbasis Konsep  Green Melalui Gerakan Tanaman Unggulan Kota Binjai .
Satu cara untuk mendukung program adaptasi perubahan iklim adalah mengembangkan program yang membumi dengan gerakan menanam satu pohon Unggulan kota Binjai sejak sekarang  untuk memfasilitasi pelaksanaan program yang dimulai dari diri sendiri, hal kecil, dan sesegara mungkin. Setiap orang dapat berkontribusi dalam berbagai bentuk sesuai kapasitasnya sehingga setiap orang dapat berbagi pengalaman terbaiknya kepada orang lain. Hal ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi orang lain yang akhirnya mewujud menjadi komunitas yang siap berkomitmen untuk melaksanakan kewajiban menyediakan bumi yang masih sehat dan layak huni bagi generasi yang akan datang.menuju Binjai Go Green .

C.      Dasar Pemikiran
            Dasar Pemikiran bagaimana Kota Binjai mampu mempertahankan warisan dengan meremajakan pohon unggulan kota binjai disetiap Jalan Utama  , Hutan Kota, Sepanjang aliran Daerah Sungai (DAS), Ruang Terbuka Hijau (RTH),  daerah Wisata, dan menciptakan Kebun Wisata Buah Rambutan .
Pengembangan sistem Ruang Terbuka Hijau di perkotan didasari atas beberapa pemikiran, antara lain:
(1) Keterbatasan luasan kota versus kemajuan pembangunan kota, pemanfaatan lahan kota yang terus tumbuh dan bersifat akseleratif untuk untuk pembangunan berbagai fasilitas perkotaan, termasuk kemajuan teknologi, industri dan transportasi, selain sering mengubah konfigurasi alami lahan/bentang alam perkotaan juga menyita lahan-lahan tersebut dan berbagai bentukan ruang terbuka lainnya. Untuk mengatasi kondisi lingkungan kota seperti ini  sangat diperlukan Ruang  Terbuka Hijau  (RTH)  kota  sebagai suatu teknik bioengineering dan bentukan biofilter yang relatif lebih murah, aman, sehat, dan menyamankan. 
(2) Tata ruang kota penting dalam usaha untuk efisiensi sumberdaya
kota dan juga efektifitas penggunaannya, baik sumberdaya  alam maupun sumberdaya lainnya. Ruang-ruang kota yang ditata terkait dan saling berkesinambungan ini mempunyai berbagai pendekatan dalam perencanaan dan pembangunannya. Tata guna lahan, sistem transportasi, dan sistem jaringan utilitas merupakan tiga faktor utama dalam menata ruang kota. Dalam perkembangan selanjutnya, konsep ruang kota selain dikaitkan dengan permasalahan utama perkotaan yang akan dicari solusinya juga dikaitkan dengan pencapaian tujuan akhir dari suatu penataan ruang yaitu untuk kesejahteraan, kenyamanan, serta kesehatan warga dan kota Binjai Khususnya 
(3)  Ruang Terbuka Hijau (RTH)  perkotaan mempunyai manfaat kehidupan yang tinggi. Berbagai fungsi yang terkait dengan keberadaannya (fungsi ekologis, sosial, ekonomi, dan arsitektural) dan nilai estetika yang dimilikinya (obyek dan lingkungan) tidak hanya dapat dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan untuk kelangsungan kehidupan perkotaan tetapi juga dapat menjadi nilai kebanggaan dan identitas kota. Untuk mendapatkan RTHyang fungsional dan estetik dalam suatu sistem perkotaan, maka luas minimal, pola dan struktur, serta bentuk dan distribusinya harus menjadi pertimbangan dalam membangun dan mengembangkannya. Karakter ekologis, kondisi dan keinginan warga kota, serta arah dan tujuan pembangunan dan perkembangan kota merupakan determinan utama dalam mengembangkan kota Binjai menuju Konsep Green.
(4) Keberadaan Ruang Terbuka Hijau  penting dalam mengendalikan dan memelihara integritas dan   kualitas lingkungan. Pengendalian pembangunan wilayah perkotaan harus dilakukan secara proporsional dan berada dalam keseimbangan antara pembangunan dan fungsi-fungsi lingkungan. 
(5) Kelestarian Ruang Terbuka Hijau  suatu wilayah perkotaan harus disertai dengan ketersediaan dan seleksi tanaman yang sesuai dengan pohon tanaman unggulan kota Binjai sesuai arah rencana dan rancangannya. 
(6) Ruang Terbuka Hijau  kota Binjai adalah bagian dari ruang-ruang terbuka  suatu wilayah Perkotaan (urban spaces) yang diisi oleh vegetasi  guna mendukung manfaat langsung dan/atau tidak langsung yang dihasilkan oleh RTH alam kota tersebut yaitu keamanan, kenyamanan, kesejahteraan, dan Keindahan wilayah kota Binjai berbasis konsep Go Green. 
D.     Rambutan sebagai Icon Kota Binjai  
Sejak dulu kota Binjai dijuluki sebagai Kota Rambutan di Indonesia. Sebab kota Binjai  memang benar-benar menghasilkan banyak sekali buah rambutan melebih kota-kota lain yang ada di seluruh Indonesia.itulah sebenarnya jati diri(icon )  Kota Binjai yang harus dijaga dan warisi oleh seluruh masyarakat kota Binjai sebagai budaya luhur yang harus dipertahankan, dahulu Luas areal perkebunan rambutan yang ada di Binjai cukup luas yang tersebar di kecamatan Binjai Barat, Binjai Selatan, Binjai Timur, Binjai Utara dan Binjai Kota sebagian kecil  menurut sumber usaha perkebunan rambutan yang umumnya dilakukan oleh penduduk secara tradisional ini mampu menghasilkan sekitar 2.400 ton rambutan per tahun.  rambutan Binjai sudah lama terkenal memiliki rasa yang khas. Yakni daging buah yang empuk dan tebal, serta rasanya yang manis dan segar. Saat ini, rambutan Binjai sudah dinikmati dan diakui sampai ke luar Pulau Sumatera. Saat musim panen tiba, banyak rambutan Binjai yang dikirim ke Pulau Jawa, Kalimantan, serta daerah lain di sekitar Sumut. Bibit rambutan Binjai pun telah tersebar dan dibudidayakan di berbagai tempat di Indonesia serta menjadi komoditas (barang dagangan) unggulan. Kota Binjai
Kalau Anda berkunjung ke Kota Binjai, Anda akan melihat pedagang rambutan di sepanjanjang jalan Soekarno Hatta sampai Km 19  Mereka berjualan di tempat-tempat yang sudah disediakan sejak  dulu  oleh pemerintah kota Binjai, itulah sebagai bukti cirri khas  Binjai Kota Rambutan seutuhnya bahkan dipintu Gapura Masuk Kota Binjai Anda sudah disuguhi Miniatur Rambutan Raksasa disisi kiri kiri dan kanan gapura..
E.      PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM
            Pemanfaatan sumber daya alam kota Binjai sangat mempengaruhi pemanfaatan program gerakan mari mananam pohon unggulan kota Binjai yaitu rambutan sebagai konsep go Green menuju Binjai yang sejuk, indah, aman, sehat  dan sejahtera. Sebagai warisan leluhur kota Binjai , serta menanamkan kepedulian seluruh warga Binjai akan pentingnya menanam pohon dengan menanam pohon pasti akan menuai banyak manfaat untuk kepentingan hajat hidup orang banyak. kalau dilihat sesuai dengan luas lahan yang dipergunakan para petani saat ini semakin sempit seiring pembangunan kebutuhan masyarakat berupa perumahan dan perluasan kota , bahkan pohon rambutan yang ada didepan dan sekitar rumah penduduk yang sudah berpuluh tahun dipelihara kakek  dan orang tua kita sudah punah untuk perluasan perumahan yang semakin meningkat.
Penulis merasa berpikir bahwa dalam pemanfaatan sumber daya alam dan potensi wilayah Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan hutan kota  yaitu sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) sungai Bingai, sungai Mencirim yang merupakan jalur hijau untuk menjadi hutan Ruang  terbuka hijau  dan resapan air, selain itu juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat wisata buah rambutan kota Binjai pantauan penulis Penggunaan DAS saat ini sebatas hutan/ ladang yang tidak terurus dan masih belum bermanfaat secara keseluruhan dan bahkan sebagian dikuasai oleh penggarap untuk kepentingan pribadi tanpa memikirkan efek yang ditimbulkan akibat penyalagunaan jalur Hijau tersebut oleh masyarakat.
Menyikapi hal tersebut Pemerintah Kota Binjai dalam hal ini wali kota HM. Idaham harus berpikir secara arif dan bijaksana untuk memanfaatkan segala potensi sumber daya alam yang ada dikota Binjai termasuk pencanangan DAS sebagai Ruang Terbuka Hijau Unggulan dengan konsep go Green dengan gerakan mari menanam pohon unggulan kota Binjai yaitu satu pohon rambutan satu rumah dan  melaksanakan gerakan potensi masyarakat dan pemuda untuk berkarya dalam konsep green dengan memberikan bibit rambutan khas kota Binjai  dan menanam disepanjang Daerah Aliran Sungai ( DAS) Bingai dan Mencirim dan segala perawatan dan hasil ditampung  oleh Pemerintah kota Binjai melelui binaan Dinas Koperasi.dan membuat Planning pemasaran Produksi Unggulan kota Binjai dengan membuka home industri pengalengan Rambutan sebagai ciri khas kota  rambutan bahkan sebagai oleh –oleh buah tangan oleh siapapun yang datang dikota Binjai dengan demikian Binjai nantinya dapat dinikmati oleh banyak orang selain dapat merasakan sejuknya kota Binjai dengan konsep Green khas kota rambutan juga dapat dimanfaatkan sebagai Wisata alam Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan menikmati pemandangan yang menyegarkan dan ranumnya buah rambutan yang sedang berbuah dengan lebatnya.



  1. PENUTUP

Memanfaatkan potensi Sumber daya alam (SDA) dengan rencana dan perencanaan yang baik dalam membuat program Ruang Terbuka Hijau Perkotaan dengan konsep go Green menuju Binjai kota Rambutan Seutuhnya ,Idaman,aman, nyaman, rindang,  dan sejahtera dapat terwujud dan dapat dirasakan hasil dan manfaatnya  bagi kehidupan manusia dan alam sekitarnya.
Dengan demikian potensi alam yang digunakan dan program pemerintah kota Binjai dibawah kepemimpinan walikota H.M.IDAHAM,S.H,M.Si dan wakil walikota TIMBAS TARIGAN,A.Md untuk kepentingan dan kemaslahatan hajat hidup orang banyak pantas kita dukung, kalau tidak dari sekarang kita mulai menanam pohon unggulan kapan lagi , selamatkan bumi ini dengan tangan dingin kita . semoga bermanfaat sebagai masukan pemerintah kota Binjai dalam mewujudkan Kota Binjai sebagai Kota Rambutan Seutuhnya Berbasis konsep Go Green melalui Gerakan Mari Menanam Tanaman Unggulan Kota Binjai .    




Binjai , 07 Desember 2011
      Penulis



MILYH EFFENDY,S.Pd
           


1 komentar:

  1. Luar binjay boleh ikutan ga???
    hehhehehee........
    Pha kbr pak ??

    BalasHapus